Mind

Smart Mama Story: Nila Tanzil

By  | 

Kali ini Smart Mama ingin mengajak Anda berkenalan dengan Nila Tanzil, social entrepreneur yang mendirikan Taman Bacaan Pelangi – Perpustakaan yang khusus didirikan di sekolah – sekolah dasar yang tersebar di wilayah Indonesia Timur, sekaligus mama bagi Sienna Tanzil Peterson (3). Si Kecil Sienna sudah familiar menghiasi layar kaca melalui program “Sienna the Little Explorer”, ditayangkan di NET TV. 

“Membesarkan anak dengan keseharian saya dan suami yang intens traveling ternyata memberikan pengaruh positif. Sienna tumbuh sebagai anak yang cepat beradaptasi, menghargai sesama, dan berani,” ungkap peraih penghargaan “10 Inspiring Women 2015 by Forbes Indonesia” tersebut.

Sienna the Little Explorer

Sienna sudah kami ajak shooting sejak usia 1,5 tahun. Melalui program ini, sekalipun papanya, Zack sempat khawatir tentang efek negatif popularitas, memperkaya pengalaman kami berdua (khususnya saya dan Sienna) untuk melihat dunia dalam persepektif yang berbeda. Selain itu, jadwal shooting adalah bonding moment!

Besides, dengan aktivitas saya yang rutin mendirikan taman bacaan anak di wilayah Indonesia Timur, mau tidak mau Sienna sudah ikut bepergian sejak berusia 3 bulan karena saya menyusui. Saat menginjak 12 bulan, Ia sudah 12 kali mengunjungi Flores dan berkenalan dengan adat istiadat serta budaya yang beragam. Kemampuan sosialisasinya sudah kami pupuk sejak sangat dini.

Nila Tanzil bersama anak - anak di salah satu Taman Bacaan Pelangi.

Nila Tanzil bersama anak – anak di salah satu Taman Bacaan Pelangi.

Manfaat positif traveling bagi anak sejak dini

Semakin sering Ia bepergian, semakin bertambah pengalamannya untuk berkenalan dengan hal – hal baru. Sejak kecil kami jarang melarang Sienna melakukan berbagai hal, termasuk mengucapkan “jangan”, kecuali untuk hal -hal krusial yang berbahaya seperti menyentuh benda – benda listrik dan sejenisnya. Cara ini turut melatih dirinya untuk percaya pada kami & cikal bakal komunikasi yang positif.

Di Laos, saya pernah bertemu dengan sebuah keluarga yang mengajak anak- anaknya traveling selama 1 tahun. Saat itu, mereka sedang menjalani pendidikan di tingat elementary & junior high school. Lalu saya bertanya, “Kalau traveling begini, bagaimana sekolah anak- anak?”.

Nila & family

Nila & family

Ia menjawab, “Kami ajukan cuti ke sekolah selama 1 tahun untuk mengajak mereka traveling ke berbagai negara secara intens. Kami yakinkan sekolah bahwa anak – anak akan belajar banyak hal, mulai dari kebudayaan, cara bersosialisasi, adaptasi, problem solving, dan menjalani berbagai pengalaman hidup daripada saat hanya duduk di bangku sekolah dalam tempo yang sama.”

Pertemuan ini menginspirasi saya & Zack untuk memahami konsep belajar yang sesungguhnya. Jadi beberapa waktu lalu saat saya harus traveling selama 1 bulan untuk meresmikan 20 taman bacaan di Indonesia Timur, saya mengajukan cuti ke sekolah Sienna dan mengajaknya bereksplorasi di sana.

Nila Tanzil at Philadelphia.

Nila Tanzil at Philadelphia for the Fellowship Program.

Tantangan menyeimbangkan peran

Manajamen waktu dan energi jadi kesulitan sekaligus tantangan yang harus saya pecahkan. Tapi saya rasa kuncinya ada di komunikasi yang baik dan dukungan dari keluarga. Sejak awal menikah, saya sudah diskusikan mimpi & cita – cita yang ingin diraih kepada Zack, sehingga Ia dapat memahami diri saya dengan lebih baik, sekaligus memberikan dukungan positif. Ia membantu merawat Sienna saat saya harus bepergian untuk berbagai aktivitas.

Saat ini, saya terpilih menjadi salah satu peserta Eisenhower Fellowship di Amerika Serikat. Saya akan bepergian selama 7 minggu tanpa keluarga, karena harus fokus menimba ilmu & pengalaman selama berada di sana. Tentu saja saya akan kangen berat dengan Sienna! Tapi setiap malam, kami berencana menyediakan waktu untuk video call, dan mengarak berlibur bersama papanya selama 3 minggu di US setelah program ini selesai. Jadi ada semacam waktu pengganti untuk aktivitas saya yang padat. (Nathalie Indry/KR/Photo: dok. Nila Tanzil)

 

Shares