Parenting

Pro Kontra: Perlukah Si Kecil Diberi Reward Saat Berpuasa?

By  | 

Sejak kita kecil, budaya memberi reward pada anak yang berpuasa memang sudah biasa ya, Mams. Ada yang memberi reward berupa uang, ada juga yang memberikan barang yang sudah diincar oleh Si Kecil. Dan jujur saja, dengan reward tersebut ketika kecil dulu saya jadi semangat untuk berpuasa. Namun demikian, saat ini banyak juga yang mempertanyakan, apakah hal tersebut perlu dilakukan atau malah menjadikan Si Kecil melakukan sesuatu karena dalam tanda kutip ada maunya?

Reina & the Kids

Reina & the Kids

Salah satu co-founder katering sehat 3SkinnyMinnies, Reina L Wardhana mengatakan reward untuk anak perlu dilakukan mengingat puasa banyak sekali godaannya. “Jadi kalau dikasih reward sebagai insentif tambahan, mereka akan fokus pada tujuan berpuasa,” ungkapnya. Namun demikian, mama 3 anak ini member¬†reward bukan dalam bentuk barang, melainkan Si Kecil diperbolehkan main gadget lebih lama dari biasanya.

Icha & Anela

Icha & Anela

Felia Kharissa yang akrab dipanggil Icha , memberikan reward berupa science kit kesukaan sang putri, Anela atau buku cerita. “Tujuannya, agar Anela lebih semangat menjalankan puasa. Dan ketika puasanya sukses, ia bangga sekali dengan pencapaiannya,” ungkap co-founder dari Al-Atfal Islamic Learning Center tersebut.

Anya & keluarga

Anya & keluarga

Sementara itu, mama dari 2 orang anak, Ratu Anya memilih untuk tidak merencanakan adanya reward bagi anak-anaknya. “Saya dan suami lebih santai kalau untuk urusan agama, baik puasa maupun shalat sifatnya lebih ke niat masing-masing. Kita mengajak anak-anak untuk beribadah, namun tidak pernah memaksakan. Rewards yang diberikan sifatnya tidak spesial, misalnya mereka boleh pilih mau buka puasa apa. Atau kalau dalam sebulan mereka achieved banyak, nanti kita belikan barang yang sedang diincar misalnya.”

Tara & the Kids

Tara & the Kids

Psikolog Tara De Thouars yang juga mama dari 2 anak mengatakan, reward bagi anak yang berpuasa diperbolehkan. Namun ada syaratnya, yakni harus diikuti dengan pemberian pemahaman pada anak seputar makna berpuasa itu sendiri. Misalnya, dari sisi agama akan mendapat pahala, dari sisi kemanusiaan Si Kecil dapat merasakan penderitaan orang-orang yang tidak mampu, dan dari sisi kesehatan puasa sangat berguna untuk proses detoksifikasi.

Tara menambahkan, “Biasanya, anak belajar puasa kan di usia awal SD, pada masa tersebut reward memang sangat membantu proses Si Kecil untuk belajar puasa. Namun demikian, saat ia sudah lebih besar nanti, kira-kira kelas 4-5 SD, maka sebaiknya reward tersebut sudah dihentikan, sehingga Si Kecil berpuasa karena ingin melakukan hal yang baik.”

Bagaimana dengan Anda, Mams, termasuk yang memberi reward atau tidak? Well, apapun pilihannya, yang terpenting adalah bagaimana Si Kecil memahami makna dari puasa itu sendiri. Tak ada salahnya di bulan suci ini, Anda juga mengajak Si Kecil untuk belajar berbagi kepada sesama. (Karmenita Ridwan/Photo: Istockphoto.com, Dok. Pribadi)

 

Shares