Health

Yuk, Lindungi Keluarga dari Diabetes!

By  | 

Diabetes adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan. Dan jangan salah, kendati Anda dan keluarga tidak memiliki gen keturunan diabetes, penyakit ini tetap dapat menyerang Anda dan keluarga.

Sample Registration Survey 2014 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan diabetes menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7%, setelah stroke (21,1%), dan penyakit jantung koroner (12,9%). Dan jumlah penderita diabetes di Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Bahkan, International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi sebanyak 10,3 juta jiwa! Jika tidak ditangani dengan baik, World Health Organization bahkan mengestimasikan angka kejadian diabetes di Indonesia akan melonjak drastis menjadi 21,3 juta jiwa pada 2030.

90% dari total kasus diabetes merupakan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 umumnya terjadi pada orang dewasa, namun beberapa tahun terakhir juga ditemukan pada anak-anak dan remaja. Hal ini berkaitan erat dengan pola diet tidak seimbang dan kurang aktivitas fisik yang membuat anak memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

 

Dampak Buruk Diabetes Tipe 2

Perlu Mama ketahui, orang yang hidup dengan diabetes tipe 2 memiliki gejala yang begitu ringan. Penderita tidak akan menyadari kondisi kesehatannya tengah terganggu dalam jangka waktu yang lama, sehingga penyakit ini pun cenderung terabaikan. Namun penyakit diabetes tipe 2 akan diam-diam merusak fungsi berbagai organ tubuh dan menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi anggota tubuh bagian bawah. Diabetes yang tidak ditanggulangi segera dapat menyebabkan penurunan produktivitas, disabilitas dan kematian dini.

 

Penyebab

Gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu diabetes tipe 2. Karena itu, kita sebagai orang tua sebenarnya memegang peranan penting dalam melindungi keluarga dari diabetes. Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang turut berperan menyebabkan penyakit diabetes tipe 2:

  • Jumlah asupan energi yang berlebih
  • Kebiasaan mengonsumsi jenis makanan dengan kepadatan energi yang tinggi (tinggi lemak dan gula, kurang serat)
  • Jadwal makan tidak teratur
  • Tidak sarapan
  • Kebiasaan mengemil
  • Teknik pengolahan makanan yang salah (banyak menggunakan minyak, gula, dan santan kental)
  • Kurangnya aktivitas fisik yang diakibatkan kemajuan teknologi dan tersedianya berbagai fasilitas yang memberikan berbagai kemudahan bagi sebagian besar masyarakat.

 

Caucasian family playing basketball together. Happy family spending free time together.

 

Pencegahan

Untuk melindungi keluarga dari diabetes tipe 2, berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan Mama dan keluarga agar terhindar dari penyakit ini:

– Tidak makan sambil menonton TV

– Batasi penggunaan gawai

– Perbanyak aktivitas di luar ruangan

– Biasakan makan dengan keluarga

– Biasakan sarapan sehat

– Biasakan membawa bekal makanan sehat dan air putih dari rumah

– Batasi konsumsi makanan siap saji dan pangan olahan, jajanan, dan makanan selingan manis, asin, dan berlemak

– Perbanyak konsumsi sayur dan buah

– Tidak merokok dan minum minuman beralkohol

– Hindari konsumsi minuman ringan dan bersoda.

 

foto2

 

Gerakan CERDIK

Untuk mengendalikan diabetes, Kementerian Kesehatan juga telah membentuk 33.000 Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk memudahkan akses masyarakat dalam melakukan deteksi dini diabetes. Kementerian Kesehatan pun telah mencanangkan gerakan CERDIK yang dapat dijadikan pedoman pencegahan diabetes bagi keluarga Indonesia. Adapun gerakan CERDIK yang dimaksud adalah:

– Cek kesehatan berkala yaitu periksa tensi, gula darah dan kolesterol secara teratur, serta mengendalikan berat badan ideal.

– Enyahkan asap rokok dan tidak merokok.

– Rajin aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dengan prinsip baik, benar, teratur dan terukur.

– Diet seimbang dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, perbanyak konsumsi buah dan sayur, menekan konsumsi gula maksimal 4 sendok atau 50 gram per hari, serta menghindari makanan manis atau berkarbonasi.

– Istirahat yang cukup.

– Kelola stres dengan baik dan benar.

 

foto1

 

Tak hanya Kementrian Kesehatan, Nutrifood, sebagai produsen makanan dan minuman kesehatan dengan misi ‘Inspiring a Nutritious Life’, juga tergerak untuk dapat turut dapat menurunkan angka penderita diabetes di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah secara konsisten berkolaborasi dengan pemerintah, praktisi kesehatan (Rumah Sakit, dokter, ahli gizi), akademisi dan peneliti, komunitas dan lembaga non-profit, media, pihak swasta, masyarakat umum, hingga anak muda.

“Di tahun 2018, Nutrifood masih terus melanjutkan komitmennya mengedukasi keluarga Indonesia, salah satunya melalui program edukasi ‘Lindungi Keluarga dari Diabetes’ hari ini, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI. Selain itu, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia, Nutrifood juga mengadakan senam sehat #BeatDiabetes selama bulan April 2018 di 21 kota dan menjangkau hingga 18.000 masyarakat Indonesia. Melalui kegiatan ini, Nutrifood mengajak keluarga Indonesia untuk bersama-sama mencegah dan melawan diabetes dengan berbagai kegiatan menarik seperti senam sehat, cek gula darah gratis, konsultasi kesehatan gratis, dan festival makanan dan minuman bebas atau rendah gula. Semoga dengan adanya program-program ini, semakin banyak keluarga Indonesia yang terinspirasi untuk menjalani gaya hidup sehat,” ujar Susana, Head of Nutrifood Research Center, pada 13 April lalu di acara Media Briefing dengan tema “Lindungi Keluarga dari Diabetes Dalam Rangka Memperingati Hari Kesehatan Sedunia 2018″. (Tammy Febriani/KR/Photo: iStockphoto.com, Doc. Nutrifood)

Shares