Parenting

Yuk, Ajak Si Kecil Bermain Puppet!

By  | 

Kemenangan gadis berusia 12 tahun, Darci Lynne pada ajang America’s Got Talet 2017 beberapa waktu lalu, banyak menginspirasi anak-anak untuk memiliki puppet. Darci sendiri mengaku, sebelumnya ia adalah anak yang sangat pemalu. Ia pun meminta sang mama untuk membelikan sebuah puppet untuk membantu mengekspresikan diri dan meningkatkan rasa percaya dirinya. And it works! Setelah memiliki puppet ia pun mencoba mempelajari ilmu ventriloquisme, yakni seni berbicara tanpa menggerakkan bibir. Tak hanya berbicara, Darci juga mampu bernyanyi dengan merdu tanpa membuka bibirnya, seolah-olah puppetnya lah yang bernyanyi.

Setelah 2 tahun mempelajari ilmu tersebut, Darci memberanikan diri untuk mengikuti ajang America’s Got Talent dan berhasil memukau juri maupun penonton yang memilihnya sebagai pemenang. Benarkah bermain puppet sangat bermanfaat bagi Si Kecil? Berbagai penelitian mengatakan, bermain puppet sangat kaya manfaat baik untuk perkembangan psikologis maupun motorik anak, ini 5 benefit dari puppet play:

1. Membantu anak mempelajari bahasa secara fun. Saat guru atau orangtua mengajarkan bahasa dengan menggunakan puppet, maka mereka akan bercerita secara hidup. Hal ini akan membuat anak-anak lebih mudah mendalami dan mengerti sebuah kata maupun kalimat. Sebuah puppet dapat menghidupkan cerita dengan bernyanyi, menari, tertawa, maupun menangis. Tak terasa Si Kecil pun sangat menghayati sebuah cerita dan mengenal lebih banyak kata.

2. Social skills. Memiliki sebuah puppet membuat anak dengan mudah mengekspresikan rasa suka cita, marah, sedih, bahkan kegelisahan. Melalui si puppet, anak merasa ada “teman” yang dapat mewakilinya dalam mengungkapkan perasaan yang tengah ia alami. Dengan sendirinya, anak yang tadinya pemalu dapat menyalurkan ekspresinya melalui si puppet dan tampil lebih percaya diri.

3. Sarana pendekatan kepada anak. Jika seorang anak sulit untuk mengeluarkan isi hatinya, maka bermain puppet dapat dijadikan pilihan. Anda dapat memancing masalah yang tengah ia hadapi atauapa yang ia pikirkan seputar isu menarik seperti bullying, serta bagaimana ia memandang sebuah konflik.

4. Mengasah kemampuan berpikir. Saat seseorang bercerita dengan menggunakan puppet, Si Kecil akan mengasahnya dan menyimpan cerita tersebut dalam memori. Dan karena menarik, ia akan lebih mudah untuk mengingat cerita tersebut lalu dapat mengulanginya kembali.

5. Melatih motorik. Bermain puppet tentu membutuhkan sinkronisasi gerakan tangan, tubuh, bibir, juga otak. Hal ini akan menstimulasi perkembangan motorik baik kasar maupun halus.

Well Mams, tak ada salahnya ya mulai sekarang kita mengajak Si Kecil bermain puppet. Jika ditekuni, siapa tahu bisa menjadi salah satu pilihan karier Si Kecil nantinya, seperti Darci Lynne. (Karmenita Ridwan/Photo: Various/Video: Youtube)

Shares