Education

Bolehkah Membantu Anak Mengerjakan PR-nya?

By  | 

Walau masih TK, namun guru di sekolah Si Kecil sudah mulai sering memberinya pekerjaan rumah (PR). Dan tujuan pemberian PR ini, selain untuk melatih kemampuan Si Kecil, juga bertujuan untuk memperkuat ikatan (bonding) antara anak dan orangtua.

Dengan membatu mengerjakan PR Si Kecil, banyak hal positif yang bisa didapat, diantaranya adalah orang tua bisa memahami cara belajar anak, apa minat dan keunggulan anak, serta di bagian mana kelemahannya. Jadi, tak ada salahnya bagi orangtua untuk membantu tugas Si Kecil, karena memang salah satu tujuannya adalah agar anak dapat bekerja sama dengan orang tua. Beberapa hal dibawah ini bisa jadi acuan bagi Anda saat membantunya mengerjakan tugas, Mams.

1. Beri Kepercayaan pada Si Kecil.

Jangan membandingkan kemampuan Si Kecil dengan teman sebayanya yang terlihat lebih unggul darinya. Beri kepercayaan padanya untuk mengerjakan tugasnya sesuai dengan kemampuan. Beri ia waktu untuk berkembang dan berproses. Lagipula Mams, proses belajar Si Kecil lebih berharga daripada sekadar melihat hasilnya.

2. Sabar Mengajar Si Kecil.

Mengajarkan sesuatu pada Si Kecil membutuhkan kesabaran ekstra. Mudah emosi saat Si Kecil tak dapat menangkap maksud Anda, hanya akan membuatnya takut untuk belajar dan mengerjakan tugas bersama Anda. Kalau sudah begitu, suasana belajar tak lagi menyenangkan baginya yang berujung pada stres dan semakin sulit belajar. Jadi, ketika Anda membantu Si Kecil mengerjakan tugasnya, tahan emosi Anda dan buatlah suasana tetap menyenangkan ya, Mams?

Child makes a torn paper tree

3. Kolaborasi Orangtua – Anak.

Yang dimaksud dengan kolaborasi di sini adalah dengan mengerjakan tugas bersama atau berbagi tugas. Beri ia tugas yang memang dapat dilakukannya. Misalnya, saat pekerjaan prakarya, Anda bisa membantunya menggunting karton yang keras, namun membiarkan ia menggunting pola di atas kertas yang memang lebih mudah. Anda dan Si Kecil juga dapat mendiskusikan ide-ide atau konsep pengerjaan tugassebelum mulai mengerjakannya.

Pada tugas berikutnya, Si Kecil sudah mulai berpengalaman, Anda bisa mulai memberikan peran lebih padanya. Biarkan ia mengerjakannya tugas yang lebih sulit, atau bahkan tanpa bantuan Anda. Tak ada salahnya memberinya kritik dan saran yang membangun, namun jangan lupa juga untuk memuji kemauannya mengerjakan tugas dan yakinkan ia bahwa tak apa-apa jika salah atau hasilnya kurang sempurna.

4. Mengapresiasi kerja kerasnya.

Di sekolah, seringkali tugas atau hasil karya anak akan dipajang di kelas. Cara itu merupakan bentuk apresiasi dari guru untuk anak. Ketika tugas tersebut dikembalikan ke rumah, Anda juga perlu mengapresiasi hasil kerja kerasnya dengan memajang hasil karya Si Kecil di rumah. (Tammy Febriani/KR/Photo: Istockphoto.com)

Shares