Finance

Ask the Expert: Perencanaan Keuangan Keluarga Besar

By  | 

Q: Untuk persiapan menghadapi tahun baru 2017, adakah hal yang harus dilakukan mulai dari review hingga persiapan perencanaan keuangan keluarga dengan 2 anak yang tinggal bersama Ibu mertua? Selama ini kami tidak melakukan perencanaan dengan matang, hanya menuliskan pengeluaran
dan pemasukan keuangan saja setiap bulannya. Need your advice. – Desy, mama dari Nisa (7 th) & Laras (3 th).

Tejasari menjawab: 

Ask-The-Expert-no-border-e1480490236667

Hai mbak Desy,

Awal tahun selalu memberi semangat bagi kita untuk bisa lebih baik lagi dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga awal tahun inilah waktu yang tepat untuk membuat rencana ke depan. Benar sekali mbak Desy, memang dalam mengelola keuangan, kita tidak hanya perlu untuk menata pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya untuk kehidupan kita saat ini, tapi kita juga perlu untuk melihat rencana keuangan keluarga kita di masa depan nanti.

Sebagai langkah awal, maka kita perlu membuat rencana keuangan yang sederhana, yaitu rencana kebutuhan keuangan bagi keluarga kita untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Sebagai contoh dari sebuah rencana keuangan adalah, membuat daftar apa saja dari kebutuhan keluarga kita seperti:

1. Dana Darurat
2. Dana Pendidikan anak anak
3. Membeli rumah
4. Membeli kendaraan
5. Perjalanan Ibadah
6. Rekreasi keluarga
Multi-generation family cooking
Dari masing masing tujuan tersebut, maka buatlah prioritas dari kebutuhan keluarga saat ini. misalnya kita memilih prioritas bagi keluarga kita adalah Dana Darurat, Dana Pendidikan Anak dan Membeli Rumah serta rekreasi keluarga. Rencanakan target serta langkah langkah yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan keluarga tersebut.

Dana Darurat, adalah dana yang kita gunakan saat ada kebutuhan darurat dalam keluarga, seperti keluarga ada yang sakit, kecelakaan atau kondisi darurat lainnya. Kebutuhan minimal Dana Darurat adalah sebesar 3 x biaya bulanan. Kalau seandainya kebutuhan biaya bulanan keluarga kita sebesar Rp. 7 juta perbulan, maka kebutuhan dana darurat yang perlu kita miliki adalah sebesar Rp. 21 juta. Apakah kita sudah memiliki dana tersebut ? Jika sudah, maka buatlah tabungan terpisah untuk dana darurat ini, agar tidak terpakai dalam pengeluaran sehari hari keluarga. Akan tetapi, kalau belum, kita perlu menyisihkan setiap bulan untuk bisa mengumpulkan dana darurat tersebut. Buatlah rencana  menabung reguler, misalnya sebesar Rp. 300 ribu per bulan untuk dana darurat.

Dana pendidikan anak anak direncakan untuk kebutuhan saat ini hingga mereka masuk kuliah nanti. Biaya yang terbesar adalah kebutuhan untuk uang masuk kuliah anak. Kita bisa membuat kebutuhan pendidikan anak mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga S1. Atau kita juga bisa membuat prioritas untuk menyiapkan biaya kuiahnya saja dulu. Tentu saja, masing masing anak perlu kita siapkan tersendiri, untuk anak 1 dan anak 2. Bagaimana kita mempersiapkan Dana Pendidikan anak ? Bisa mulai dengan membuat tabungan pendidikan ataupun berinvestasi secara reguler setiap bulannya.

Students Happily Working at Their Desks

Begitulah contoh untuk membuat Rencana Keuangan bagi Dana Darurat dan Dana Pendidikan Anak, buatlah rencana untuk tujuan lainnya juga, seperti Dana untuk membeli Rumah dan Rekreasi Keluarga. Sisihkan setiap bulannya secara reguler agar tujuan keuangan keluarga kita bisa tercapai. Review atas langkah-langkah yang kita buat untuk mencapai tujuan keuangan keluarga, bisa dilakukan minimal 1 tahun sekali. Kalau kita mau, bisa juga dilakukan 6 bulan sekali. Dengan review yang kita lakukan, maka kita bisa terus memperbaiki rencana keuangan yang telah kita buat.

Dengan membuat Rencana Keuangan, menjalankan rencananya serta terus melakukan review atas keuangan kita, maka diharapkan keluarga kita memiliki kondisi keuangan yang kuat tidak hanya saat ini tapi juga nanti. (Tedjasari/KR/Photo: Istockphoto.com)

Shares