Mind

Smart Mama Story: Motherhood adalah Refleksi Diri

By  | 
Hi Mams! Anda yang sudah familiar dengan film layar lebar Filosofi Kopi, Surat dari Praha & Cahaya dari Timur: Beta Maluku pasti sudah mengenal sosok Anggia Kharisma di dalamnya. Tidak hanya berperan sebagai produser, mama dari Angkasa Rigel Sasongko (10 bulan) ini juga merupakan seorang dokter gigi yang tetap aktif menggarap sejumlah film bahkan saat Rigel sedang berada dalam kandungan. So its true ya, Mams. Being a mother is learning about strengths you didn’t know you had. 

Anggia Kharisma, suami Angga Sasongko & Angkasa Rigel saat sedang berada di lokasi syuting

Anggia Kharisma, suami Angga Sasongko & Angkasa Rigel saat sedang berada di lokasi syuting

Pertemuan awal tim Smart Mama dengan Anggia adalah saat ia sedang mengandung Rigel di kedai Filosofi Kopi yang sukses mendapatkan penghargaan baik di Indonesia maupun mancanegara. Lalu setelah melahirkan, bagaimana ia menjalani aktivitasnya sebagai mama yang mengurus Si Kecil sepenuhnya tanpa bantuan baby sitter sekaligus menjadi produser bagi film terbarunya, “Bukaan 8″? Film yang rencananya akan dirilis pada akhir tahun 2016 ini terinspirasi dari pengalaman sang suami, Angga Dwimas Sasongko dan aktor Chicco Jerikho yang merasa panik sekaligus cemas saat tengah menanti kelahiran Rigel di rumah sakit. Pada saat itulah mereka berdua akhirnya sepakat untuk mengangkat kisahnya menjadi sebuah film.

Hi Anggia! Jadi selama ini karena single fighter (mengasuh anak tanpa nanny), jadi Rigel sering diajak ke lokasi syuting?
Iya, saya dan Angga memang sepakat untuk mengurus Rigel tanpa bantuan baby sitter. Jadi kami yang adjust, sebisa mungkin kantor dibuat senyaman mungkin seperti di rumah. Jadi kalau saya dan Rigel sudah capek, bisa sekalian tidur disana. So far dia kuat dan cukup cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

Pernahkah meninggalkan Rigel selama beberapa saat, baik untuk bekerja/me time lalu merasa bersalah?
Me time, ya.. so far me time saya baru sampai kamar mandi hehee. Pernah sih kami tinggalkan sebentar saat harus menghadiri beberapa awarding night berkaitan dengan produksi film, tapi nggak sering. Mungkin hanya sekitar 3 – 4 kali. Nah, yang saya rasakan justru merasa bersalah saat tidak mengajaknya ikut serta dalam setiap aktivitas.

Kalau kelepasan emosi, pernah nggak?
Pernah. Kembali lagi karena saya harus membagi waktu antara bekerja dengan mengurus Rigel full time, terkadang saya membutuhkan waktu untuk menjawab pertanyaan melalui telepon atau meeting. Lalu di saat yang sama Rigel tidak bisa ditinggalkan sama sekali. Tapi yang saya pelajari, justru saat mood/suasana hati kita sedang tidak baik (emosi atau panik), justru anak – anak akan semakin rewel. Jadi saya usahakan untuk tetap ‘waras’ menghadapi semuanya.

Angga Kharisma dan Angkasa Rigel (1)

Menurut pengalaman Anggia, bagaimana caranya agar para mama dapat tetap ‘waras’ dalam menjalani keseharian dengan aktivitas yang padat?
Saya selalu mencoba untuk mengingat bahwa Rigel adalah anak yang kami idam – idamkan selama ini. Ketika Tuhan sudah mengabulkannya, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga mereka. Mensyukuri anugerah ini adalah kunci bagi saya untuk tetap waras menjalani setiap aktivitas.

So, how does motherhood changes you?
I see a lot of changes in me. Terutama sebagai refleksi diri, menyadari betapa ibu kita terdahulu sudah melakukan hal yang terbaik bagi anak – anaknya; selalu. Saya juga akhirnya memahami alasan seorang mama bisa memprioritaskan kepentingan anaknya. Seperti saya yang dapat membatasi keinginan untuk tetap berkarya, namun mengutamakan kepentingan Rigel di atas segalanya.

Well, motherhood is a forever love story.. Lalu bagaimana dengan Anda, Mams? Bagaimana peran menjadi seorang mama dapat mengubah diri Anda selama ini? Share us your thoughts, tuliskan pendapat Anda melalui kolom komentar di bawah ini, ya! (Nathalie Indry/KR/Photo: dok. Anggia Kharisma, Visinema)

Shares