Parenting

Seleksi Tayangan YouTube untuk Si Kecil

By  | 

Mams, walaupun menurut teori anak – anak disarankan untuk tidak mengonsumsi gadget sejak usia dini, tetapi pada kenyataannya seringkali kita masih memberikan privilege ini kepada mereka karena berbagai alasan, ya. Tidak hanya dalam bentuk game online, tetapi juga video YouTube. Been there done that, cara ini memang seringkali dapat membuatnya tenang dan fokus pada tayangan videonya. Tapi tahukah Anda ada bahaya yang mengintai dari jenis – jenis tayangan (YouTube) tertentu?

Beberapa waktu lalu beredar komentar para orangtua di Malaysia mengenai tayangan Superhero yang menjadi idola anak – anak di channel YouTube melalui link berikut. Dengan cepat kabar ini menyinggung para orangtua yang berada di Indonesia melalui platform sosial media.

Coba kita perhatikan lagi tayangan video di atas, apakah Si Kecil sering menontonnya? Psikolog anak & keluarga Fathya Artha Utami, M.Psi., Psikolog dari Tiga Generasi membantu memberikan penjelasan mengenai hal ini:

1. Anak – anak usia dibawah 5 tahun sebaiknya tidak menonton video seperti di atas karena pemahaman mereka belum sampai pada tahapan kompleks seperti melahirkan, mengerjai temannya, atau saling tertarik antara pria & wanita. Yang perlu mamas pahami, tidak semua tayangan yang dibungkus dengan tokoh – tokoh kesayangan anak akan mendidik, menghibur, dan ditujukan untuk mereka. Jadi, mulailah seleksi tayangan video yang tersebar di internet.

2. Adegan – adegan seperti Elsa yang melahirkan dan tokoh Spiderman yang di bor perutnya untuk mengeluarkan pisau yang tertelan bukanlah konsumsi anak – anak; maka memerlukan penjelasan dan pendampingan ekstra dari Anda, jika mereka sudah terlanjur menonton tayangan tersebut.

3. Tayangan YouTube rekomendasi Fathya untuk anak – anak adalah video dengan animasi kartun, misalnya Peppa Pig. Mengapa? Karena setting ceritanya sederhana dalam cakupan keluarga dan simpel membahas aktivitas sehari – hari yang dilakukan oleh Sang Tokoh. Tetapi Anda tetap perlu mendampingi anak – anak untuk menjelaskan kebiasaan Peppa yang menguik di sela – sela bahasa mereka ya, Mams. Perlu dijelaskan bahwa itu hanyalah kebiasaan yang dilakukan oleh hewan babi, bukan manusia.

Tim editor Smart Mama, Karmenita juga pernah mendapati putrinya, Trisha (4 th) setelah menonton salah satu tayangan YouTube sejenis (boneka anak dengan suara orang dewasa) menjadi lebih sering mengungkapkan kekesalan dengan kata ‘silly’ yang sering didengarnya. Disinilah peran kita dibutuhkan. Yuk, mulai saat ini, seleksi kembali tontonan Si Kecil melalui YouTube dan channel lain yang sejenis, dan pastikan kita selalu membatasi waktu penggunaan gadget untuk mereka. Berikut adalah daftar screen time anak berdasarkan sumber buku “Anti Panik – Mengasuh Bayi 0 – 3 Tahun” karangan team Tiga Generasi:

* 0 – 2 tahun: Sama sekali tidak direkomendasikan mengkonsumsi gadget.

* 2 – 3 tahun: 30 menit sehari dengan games yang edukatif.

* 3 – 5 tahun: 1 jam sehari dengan games yang dipilih oleh anak di bawah pengawasan orangtua.

* Diatas 5 tahun: Maksimal 2 jam sehari.

(Nathalie Indry/KR/Video: Youtube, Photo: Istockphoto.com)

Shares