Education

Smart Mama Story : Banyak Membaca Jika Ingin Menjadi Pendongeng

By  | 

Poetri Soehendro, kita mengenalnya sebagai pendongeng anak-anak. Sebelum menjadi pendongeng ia pernah bertutur tidak menyukai dengan dunia ini karena sulit menghadapi tingkah pola anak-anak. Lalu, bagaimana kisah selengkapnya hingga akhirnya ia mencintai pekerjaannya? Berikut, ceritanya untuk Anda, Mams.

Berawal dari penyiar radio
Ya, kisah Poetri Soehendro berawal saat ia menjadi penyiar di Radio Female Jakarta pada tahun 2000. ” Saya awalnya hanya iseng-iseng membacakan dongeng. Bermula dari iseng inilah pendengar menjadi senang dengan cara saya membawakan dongeng. Acara Dongeng Pagi adalah acara rutin yang on air hingga 2 kali sehari karena memiliki pendengar yang cukup banyak,” ucapnya dengan semangat. Sejak saat itu tawaran mendongeng off air mulai berdatangan.
“Ya, saya awalnya tidak menyukai kegiatan ini, karena menghadapi anak anak  tidaklah mudah. Namun ada satu kejadian yang membuat saya  menjadi terharu ketika bertemu dengan salah satu keluarga, dan mereka bercerita bahwa dongeng saya mampu memberikan dampak perubahan bagi anak anak mereka. Saat mendengarnya, senang sekaligus terharu . Hingga saat ini, saya masih menjalin hubungan baik dengan para pendengar, dan mereka pun tak segan  mengundang saya jika ada anak mereka yang menikah atau wisuda”.
b285af1b-9664-4753-a392-3d95242aaa53
Dongeng Pinsil Merah
Poetri pertama kali memberikan kisah dongeng pada anak-anak dengan judul Pinsil Merah. Ini adalah sebuah kisah yang ditulis oleh penulis buku anak terkenal Enyd Blyton. “Karya Enyd Blyton sangat menginspirasi. Inspirasi lainnya adalah dari kehidupan disekeliling, anak anak, dan isu yang tengah beredar dengan polesan cerita yang tentunya menarik untuk dikonsumsi anak-anak,” ungkap Poetri.  Kisah anak tradisional juga tak luput ia ceritakan dengan polesan cerita yang lebih ‘kekinian’.  “Untuk cerita Si Kancil sudah pasti saya enggan menceritakannya. Kenapa? Pertama, cerita ini sudah terlalu sering sehingga buat saya menjadi ‘basi’, dan kedua mengajarkan mencuri pada Si Kecil rasanya tidak layak untuk diberikan pada anak-anak. Oya, satu lagi, cerita tradisional Indonesia lain yang berisi sihir, kutukan, dan kekejian sudah pasti tidak ada dalam dongeng saya, ” katanya sambil tertawa.
4eb56b87-52c9-4172-a26c-64862463e96f
Apa Dongeng Favorit Anak?
Menurut Poetri, kisah favorit yang disukai anak-anak sangat beragam. “Ya, cerita yang disukai tergantung di mana mereka tinggal. Jika saya mendongeng di kota kecil, mereka senang dengan dongeng tentang kota besar.  Begitu juga sebaliknya.  Ada yang senang dengan kisah persahabatan yang mengharu biru, tetapi  ada juga yang suka dengan tema patriotik, motivasi tinggi, atau tema kebaikan menumpas kejahatan. Di Jakarta saya selalu membedakan kisah untuk Jakarta Utara, Selatan, Barat dan Timur, karena mereka punya gaya hidup yang berbeda, walaupun sama sama di kota Jakarta,” ungkapnya dengan nada tegas.
1f447f16-23d1-45bf-b5a8-5dc4cee9112b
Ingin Bisa Mendongeng? 
Poetri juga berbagi tip agar Si Kecil yang ingin menjadi pendongeng seperti dirinya. ” Sejak dini anak-anak harus suka membaca. Semakin banyak baca, kosa kata akan terus bertambah. Orang tua juga harus berperan dengan memupuk rasa percaya diri anak agar mereka tidak gugup saat berbicara di depan orang banyak. Menjadi pendongeng haruslah rendah hati, dan juga ramah dengan siapa pun. Jadi pendongeng harus peka dengan hal hal seperti ini, ” ucap Poetri dengan tegas. (Yosi Avianti/Photo : Dok.Poetri Soehendro)

Shares