Finance

5 Tanda Anda Sudah Siap untuk Pensiun Dini

By  | 

Menjelang usia 40 tahun, seorang teman lama mengatakan dirinya ingin pensiun dini dari pekerjaannya di sebuah perusahaan tambang. Sementara menurut saya, usianya masih terbilang terlalu muda untuk tak lagi bekerja kantoran. Apakah yang terlintas di benak teman saya ini juga terlintas dalam pikiran Anda? Namun, jangan buru-buru memutuskan untuk pensiun dini jika memang merasa belum betul-betul siap. Lalu seperti apakah tandanya? Cek yang berikut ini, Mamas.

1.  Anda tak punya utang piutang sama sekali. Seluruh cicilan kendaraan maupun rumah Anda sudah lunas, begitu pula dengan cicilan kartu kredit yang Anda miliki, serta Anda memiliki tabungan setidaknya sebanyak setahun jumlah gaji Anda. Bila semua ‘kewajiban’ ini sudah Anda penuhi, maka Anda boleh memikirkan rencana untuk pensiun dalam waktu dekat.

2.  Anda sudah memiliki rencana/proyek baru setelah pensiun. Tak melakukan apapun seusai pensiun setelah berpuluh atau berbelas tahun menjadi orang kantoran tentu bukan sesuatu hal yang Anda mau, bukan? Namun, jika setelah pensiun dini ini Anda sudah memiliki rencana memulai bisnis baru atau membuka online shop yang belakangan ini memang menjamur, Anda sudah bisa mulai menargetkan waktu terbaik untuk pensiun dini.

3.  Anda memiliki asuransi kesehatan hingga usia Anda 65 tahun. Sebagai karyawan dari sebuah perusahaan, Anda biasanya akan mendapatkan asuransi kesehatan yang memang memiliki platform berbeda. Hal ini akan menjadi jaminan jika suatu waktu Anda mengalami sakit tertentu. Nah, bila tak lagi menjadi karyawan otomatis Anda sudah tidak akan mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan. Oleh karena itu, sebelum menguatkan tekad untuk pensiun dini, sebaiknya siapkan dulu asuransi kesehatan pribadi Anda, sebab biaya pengobatan tanpa asuransi harganya akan sangat mahal. Apalagi Anda tak akan pernah tahu kan apa yang akan di terjadi ke depannya nanti.

4. Beberapa teman Anda juga pensiun dini. Hal ini kadang mau tidak mau menjadi pemicu semangat Anda untuk melepas karier. Apalagi bila setelah pensiun dini justru hidup teman Anda itu menjadi lebih baik, secara fisik maupun emosional. Nah, Mamas jika memang Anda telah mantap mengikuti ‘jejak’ teman Anda itu, mengapa tidak dilakukan saja?

5. Anda punya beberapa sumber pendapatan lain. Saat menjadi karyawan, apakah Anda memiliki pekerjaan sampingan yang menghasilkan pemasukan lumayan tiap bulan? Bila ya, maka Anda bisa menguatkan tekad untuk pensiun dini ini. Tapi ingat, jumlah pemasukan Anda akan berkurang selepas Anda tak lagi jadi karyawan, Mamas. Selama Anda sanggup hidup dengan income yang lebih kecil, maka Anda bisa pensiun di usia yang muda. (Lenny Delima/Photo: Istockphoto.com)

Shares